Month: February 2021

Fakta Menarik Mengenai Negara Kecil Vatikan yang Berada di Benua Eropa

Negara adalah sebuah organisasi yang akan menguasai wilayah dan juga adanya sekelompok orang di dalamnya. Akan tetapi, ada negara yang hanya memiliki luas wilayah satu kota kecil saja, misalnya itu seperti Vatikan.

Mungkin diantara kalian yang sudah tahu kalau negara dengan wilayah yang paling terbesar yang ada di dunia, yaitu Rusia yang terletak di kawasan Eropa. Negara dengan wilayah terbesar yang kedua dan juga yang ketiga adalah negara China dan negara Brasil. Tahukah kalian, kalau negara yang terkecil di dunia itu juga berada di Eropa? Yaitu negara Vatikan, dengan memiliki wilayah sekitar 0,44 kilometer persegi saja, hal ini yang merupakan negara yang paling terkecil yang ada di dunia. Negara atau kota yang satu ini memang berada dalam wilayah negaranya Italia. Akan tetapi kedaulatannya sebagai negara mikro sudah diakui oleh hampir seluruh negara yang ada di dunia.

Negara ini yang menjadi pusat kegiatan pada keagamaan umat Katolik ini juga merupakan sebagai pusat warisan yang ada di dunia UNESCO, satu-satunya negara yang ada di situs dalam daftar situs mpo slot terbaru Warisan Dunia yang sudah mencakup ke seluruh negara.

Negara itu ada yang berupa daratan maupun kepulauan. Biasanya, negara itu terdiri dari sejumlah wilayah-wilayah pemerintahan yang lebih kecil, seperti provinsi dan kota. 

Vatikan itu adalah negara yang terkecil yang ada di dunia yang memiliki berbentuk eklesiastik yang diperintahkan oleh uskup Roma yaitu Paus. Pada awalnya negara vatikan ini adalah wilayah yang tidak berpenghuni yang dianggap sebagai negara yang suci bahkan sebelum kedatangan Agama Kristen di negara tersebut. Pada tahun 326 gereja yang pertama di bangun berada diatas makam seorang yang bernama Santo Petrus dan sejak saat itulah kota vatikan ini mulai dihuni oleh banyak orang. Apakah benar negara Vatikan saat ini sebagai negara yang terkecil yang ada di dunia?

Sejarah Negara Vatikan

Dikutip dari laman resmi yang ada di Kementerian Luar Negeri Vatikan, Negara Kota Vatikan ini dibentuk melalui Traktat Lateran yang sudah ditandatangani sejak tahun 1929 antara Wakil Kepala Pemerintah Takhta Suci Kardinal Pietro Gaspari dengan Perdana Menteri Kerajaan Itali Benito Mussolini.

Vatikan ini sudah diakui sebagai badan politik yang sudah menjamin Tahta Suci sebagai institusi yang tertinggi dalam Gereja Katolik yang ada di dunia sekaligus negara yang berdaulat. 

Negara Vatikan ini mulai terbentuk setelah melewati proses yang sangat panjang. Sekitar pertengahan abad ke-8, negara tersebut mulai terbentuk yaitu Negara Kepausan (Stato Pontificio) dengan memiliki wilayah meliputi seluruh Kota yang berada di Roma yang terbentang di antara pesisir Barat dan Timur nya Italia.

Proses untuk penyatuan kerajaan-kerajaan yang ada di Itali mengakibat kan Negara Kepuasan mengalami beberapa kali terancam dan juga terlibat dalam politik serta terjadinya perang wilayah. 

Setelah negara Roma direbut oleh Garibaldi pada tahun 1870 dan kekuasaan mulai diserahkan kepada Raja Vittorio Emanuele II, maka sudah berakhir pula apa yang disebut dengan Negara Kepausan. 

Paus Pius ke IX meninggalkan Istana Lateran dan ia pindah ke Istana Vatikan lalu ia akhirnya menetap di situ dengan mengurung diri sendiri.  

Pada tahun 1871, Raja Vittorio Emanuele II ini mengeluarkan sebuah undang-undang yang berisikan menjamin kedudukan pada Paus untuk menempati Istana yang ada di Lateran dan juga Castel Gandolfo. Tindakan unilateral ini tentu saja ditolak oleh Paus.

Di tahun 1919, suatu “Law of Guarantee” ini kembali dikeluarkan oleh Pemerintah yang ada di Italia secara sepihak, yang isinya itu mengakui bahwa kedaulatan Paus atas wilayah tertentu. Undang-undang ini yang memberikan hak untuk menggunakan beberapa gedung yang sudah ditunjuk sebagai bagian dari wilayah Paus tersebut. 

Namun, ternyata tindakan yang baru tersebut pun ditentang jauh oleh Paus yang berkuasa pada saat itu, Paus Benediktus XV. Sebagai jalan tengah, akan diadakan beberapa kali perundingan dengan hasil yaitu pembentukan sebagai Negara Kota Vatikan (The Vatican City State).

Vatikan ini mulai dibentuk melalui Traktat Lateran yang sudah ditandatangani pada tanggal 11 Februari 1929 antara Wakil Perdana Menteri Vatikan Kardinal Pietro Gaspari dengan Perdana Menteri Kerajaan Italia Benito Mussolini. 

Isi dari Traktat Lateran tersebut bahwa mengakui Negara Kota Vatikan ini sebagai badan yuridis dan politis, dengan memiliki jaminan kemerdekaan dan kedaulatan yang ada di atas daerah yang sudah dikelilingi  tembok yang besar. Vatikan ini juga mengatur hak dari pemilik Vatikan yang lain yang disebut sebagai  “ekstrateritorial”.

Tempat “ekstrateritorial” ini juga tersebut di antaranya terletak di Roma, yaitu kota Basilika Santo Giovanni Lateran, Basilica Santa Maria Maggiore, Basilica Santo Paulus, Palazzo della Cancelleria, Palazzo di Propaganda Fide, Palazzo San Calisto, dan Palazzo Santo Offizio. 

Kemudian, saat Seminari Menengah Kepausan, Universitas Urbaniana, Rumah Sakit Bambino Gesu, Serikat Jesus (S.J.), dan ada beberapa gereja yang lainnya, ada juga biara suster, serta collegio atau asrama tempat tinggalnya para rohaniwan dan rohaniwati yang saat itu sedang menuntut ilmu atau sedang bertugas di Roma.  

Dari segi hubungan yang ada antarbangsa ini, Vatikan ini adalah negara yang berdaulat penuh dan akan dilindungi oleh hukum internasional, hingga  saat ini telah menyandang gelar sebagai negara yang paling terkecil yang ada di dunia. Sementara itu kepala yang ada di negara Vatikan itu adalah Paus.

Luas dari Negara Vatikan

Negara Vatikan ini terletak di wilayah Kota Roma yang berada di bagian Barat dengan memiliki luas keseluruhan sekitar 44 hektar. Memiliki panjang sekitar 1.045 meter dan juga memiliki lebar sekitar 850 meter yang sudah dibatasi oleh tembok yang tinggi.

Selain pada wilayah tersebut, masih ada juga berbagai wilayah dan juga gedung yang letaknya berada di dalam wilayah Italia yang merupakan bagian dari integral Vatikan, dengan memiliki sebutan “wilayah ekstrateritorial” yang memiliki luas sekitar 700.000 meter persegi.

Sementara itu pada jumlah penduduk yang ada di Vatikan seluruhnya itu sekitar 1.000 orang saja dan yang menetap di negara ini karena adanya pekerjaan dan juga memiliki jabatan di negara Vatikan. 

Penduduk yang ada di  negara Vatikan terdiri dari berbagai warga negara yang ada, dengan memiliki mayoritas dari warga negara Italia. Mereka juga akan memperoleh kewarganegaraan Vatikan, tapi berdasarkan dari “permanent residence” dari Pemerintah Italia ini sudah diatur dalam Perjanjian yang ada di Lateran.

Mata Uang dari Vatikan dan juga Bahasa yang digunakan

Sesuai pada perjanjian yang ada dengan Pemerintah Italia, mata uang yang digunakan dan juga yang berlaku di Italia juga akan berlaku di Vatikan. Sejak tahun 2002, mata uang Euro ini sudah mulai dipergunakan oleh negara Vatikan. Akan tetapi, Vatikan sendiri pun telah mencetak mata uang nya sendiri dengan bentuk logam sebagai cinderamata.

Selain itu juga, bahasa yang mereka digunakan untuk sehari-hari mereka gunakan adalah bahasa Italia. Dalam Perayaan Misa Kudus, selain bahasa Italia juga akan digunakan bahasa Latin. Untuk Korespondensi diplomatik negara Vatikan ini memakai bahasa Inggris dan juga bahasa Prancis.

 


Ada dimanakah Perbatasan Benua Eropa dan Benua Asia?

Para sejarawan lokal Ural mengusulkan untuk menandai sebuah batasan antara Eropa dengan Asia bukan dengan garis yang tipis melainkan dengan garis yang cukup tebal. Pertanyaan yang mengenai ada dimana batas sebenarnya antara benua Eropa dan benua Asia hal ini yang merupakan salah satu isu yang sudah lama diperdebatkan dalam ilmu geografi. Para sejarawan lokal berasal dari Yekaterinburg ini telah mengadakan sebuah studi dengan menggunakan peralatan navigasi yang sudah modern untuk menentukan ada dimana perbatasan antara benua Eropa dan juga benua Asia dengan cara yang akurat dan ternyata hasil studi tersebut sangat berbeda dengan perbatasan yang sudah resmi dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini sudah diungkapkan oleh seorang Ketua Masyarakat dari Ural Pencinta Ilmu Eksak (UOLE) Gennadiy Porozov. Dalam studi tersebut, UOLE itu bersama Perhimpunan Geografi Rusia (RGO) telah membeli sebuah peralatan GPS yang sangat canggih dan hal ini yang digunakan oleh grup peneliti untuk melakukan pengukuran ada dimana letak perbatasan benua Eropa dan juga benua Asia sebanyak 100 ribu kali di lapangan. Dan hasil studi yang didapatkan tersebut ternyata tidak sama dengan perbatasan yang resmi versi dari pemerintahan daerah Yekaterinburg.

Pengukuran dalam studi tersebut sudah diterapkan berdasarkan ‘prinsip yang ada pada batas perairan Tatisyev, teori yang sudah diakui oleh seluruh dunia, yang menunjukkan bahwa ada batas antara Eropa dan Asia berada di sepanjang drainase sungai Chusovaya dan Iset. pada teori tersebut sudah dikemukakan pada paruh pertama abad ke-18 yang saat itu dilakukan oleh salah satu pendiri dari kota Yekaterinburg (yang terletak 1.600 kilometer dari kota Moskow), seorang sejarawan yang berasal dari Rusia sekaligus ahli geografi yang sudah terkemuka dan juga negarawan yang tersohor, Vasily Tatisyev.

 

Hanya Ada Satu Langkah

Pada panduan perjalanan yang masa kini sudah mempromosikan Yekaterinburg sebagai kota yang megapolis yang ada di persimpangan dua bagian dunia, kota ini tempat bercampurnya budaya yang ada dari dua benua. Salah satu tempat wisata yang paling utama yang ada di Yekaterinburg adalah sebuah prasasti yang melambangkan sebuah perbatasan antara benua Eropa dan juga benua Asia. Prasasti tersebut sudah dibuat pada tahun 2004 yang berada di kilometer ke-17 jalan tol Novomoskovsk, berada di zona perhutanan megapolis. Sudah ada banyak turis yang menilai prasasti tersebut yang menandai mereka telah berpindah secara harfiah dari benua Eropa ke benua Asia, hanya dengan satu langkah saja kalian yang melewati prasasti tersebut berpindah benua. Di dasar dari prasasti itu ada sebuah batuan yang berasal dari titik terujung yang ada di benua Eropa, Tanjung Roca dan dari ujung benua Asia, yaitu Tanjung Dezhnev.  

Di area tersebut, ada seorang pengrajin besi Ural yang akan membuatkan koin untuk kenang-kenangan dengan menggunakan simbol Yekaterinburg dan akan memberi sertifikat “pelanggar perbatasan” antara benua Eropa dan juga benua Asia. Ada pula sebuah kompetisi marathon yaitu balap ski antara benua Eropa-Asia sepanjang 53 kilometer dan yang akan diselenggarakan setiap bulan Maret, dengan melalui jalur yang mulai dari benua Eropa (kota Pervouralsk) hingga benua Asia (Yekaterinburg).

 

Ribuan Pengukuran

Para sejarawan lokal mengatakan bahwa ada tanda batas tersebut yang bersifat khayal. ”Kita hanya bisa menempatkan kedua kaki kita di dua benua saja yang berbeda saat berada di Pegunungan Ural ini.  Pada titik di kilometer ke-17 tempat prasasti itu berdiri adalah sebuah garis pembatas wilayah antar air, namun sebenarnya itu bukan hanya batas antara sungai Chusovaya dan Iset saja, melainkan antara dua anak sungai yang ada di Iset, yang akan dikaitkan dengan benua Asia saja. Garis pembatas ini sebenarnya akan jauh lebih sulit.  Ketika garis itu berbentuk sebuah gelombang sinus di sepanjang pinggiran kanan pada sungai Chusovaya dan yang terletak sepuluh kilometer lebih ke Barat dari perbatasan yang ada di sana,” hal ini dari penjelasan Gennadiy Porozov.

“Kami tidak bermaksud untuk memindahkan titik perjalanan wisata, tetapi kami hanya ingin memastikan bahwa ada perbatasan geografi nya,” hal ini yang dikatakan oleh anggota RGO Evgeniy Artyukh. Dalam penelitian yang selanjutnya, ada sebuah rencana yang akan dilakukan oleh pemodelan yang tiga dimensi di lapangan lalu akan memasukan model tersebut dalam wadah yang sudah berisikan air dan sudah dilengkapi dengan mekanisme pergerakan yang vertikal untuk mendemonstrasikan secara visual dari perbatasan wilayah air yang ada.

Sejarawan lokal dari UOLE dan RGO telah membuat pemodelan pada peta yang terakhir dengan cara menggabungkan empat peta secara khusus dan juga sekaligus pada peta topografi, kadaster, hidrogeologi, dan juga pada peta ketinggian. Sejarawan lokal tersebut hendak menandai sebuah perbatasan antara benua Eropa-Asia bukan hanya dengan garis tipis saja, melainkan dengan garis yang tebal. Sungai Iset bisa dinilai sebagai perbatasan benua Eropa, sedangkan pada sungai Chusovaya sebagai perbatasan benua Asia, dan ada ruangan di antara sungai tersebut, yang termasuk anak sungai-sungai itu sendiri, yang sudah dianggap sebagai garis yang tebal pada perbatasan antara benua Asia-Eropa.

Sesungguhnya, Adakah Perbatasan itu?

Perbatasan yang resmi antara benua Eropa dan juga benua Asia terus mulai berpindah-pindah di semua periode yang ada di kehidupan sejarah manusia. Dari zaman kuno ini, para peneliti sudah menggambarkan bahwa ada garis perbatasan yang praktis sesuka mereka, dan ada yang sepanjang sungai Don, ada yang mengatakan berada di Siberia, ada juga yang mengatakan berada di Dalniy Vostok. Hingga saat ini, masih belum ada jawaban yang pasti dari para ahli geografi untuk mengenai perbatasan antara benua Eropa dan juga benua Asia.

Perbatasan antara benua Eropa dan benua Asia ini ada sebagian besar berada di negara Rusia, dengan memiliki panjang sekitar kurang lebih 5.524 kilometer, dan dua ribu kilometer diantaranya itu berada di Pegunungan Ural. ada di kota-kota kunci yang dapat dilalui garis tersebut adalah Orenburg, Orsk, Magnitogorsk, Zlatoust, serta Istanbul, Turki. Garis yang ada pada batas tersebut juga berada di sekitar kota Pervouralsk, Ekaterinburg, Revda, Degtyarsk, dan kota lain.

Pegunungan Ural ini juga sudah dinilai sebagai perbatasan antara dua bagian yang ada di dunia sejak abad ke-16. Monumen yang pertama ini mulai muncul pada tahun 1846-an yang berada di Gunung Berezovka sebagai peringatan kunjungan sang pewaris tahta dari negara Rusia, calon Imperator Rusia yang bernama Alexander II ke perbatasan tersebut. Titik tersebut sudah dijadikan perbatasan yang alami oleh ilmuwan asal Jerman, dan dari ahli geografi besar Humboldt, dan juga ahli mineralogi Gustav Roze di lereng barat pada Pegunungan Ural pada tahun 1829.

Sudah ada kebanyakan dari penduduk asli Ural tidak menanggapi perdebatan yang ada antara perbatasan benua Eropa dan juga perbatasan benua Asia dengan serius dan menganggap bahwa tanah yang ada di sepanjang pegunungan Ural itu akan selalu merupakan milik orang Rusia. Peradaban Ural ini juga merupakan peradaban dari bangsa Rusia asli, bukan dari campuran budaya Eropa dan juga budaya Asia. Dari titik pandang tersebut, akan ada perbatasan antar wilayah yang ada di benua Eropa dan Asia bukanlah hal yang sangat aktual dari sudut pandang yang dimiliki penduduk asli Ural.